Tuesday, January 27, 2015

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Muhammad bin Musa al-Khawarizmi


Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi merupakan seorang pakar matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Dia lahir sekitar tahun 780 M di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 M di Bagdad. Beliau bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Bagdad. Aktivitas ini dilakukan nyaris dalam sepanjang hidupnya. Karya pertamanya merupakan buku al-Jabar.

Buku ini adalah yang pertama membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga dia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, lalu diperkenalkan sebagai “Sistem Penomoran Posisi Desimal” di dunia Barat kepada abad ke-12. Dia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan mengenai astronomi dan astrologi.

Muhammad bin Musa al-KhawarizmiSumbangan al-Khawarizmi tidak hanya berakibat besar kepada matematika, tetapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tertulis dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan lalu lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan kepada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar. Nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau kepada tahun 830 M, al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa’l- Muqabala atau: “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin kepada abad ke-12.

Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825 M, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan Timur Tengah dan lalu Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.

Beberapa sumbangan beliau berdasar kepada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani. Sistemasi dan koreksi beliau pada data Ptolemeus kepada geografi merupakan sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-Ard , yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasikota -kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.

Dia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 pakar geografi lain untuk membuat peta yang lalu disebut “Ketahuilah Dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan akibat yang hebat kepada kemajuan matematika dasar di Eropa. Dia juga menulis mengenai astrolab dan sundial. Buku besar kedua beliau merupakan mengenai aritmatika, yang bertahan dalam bahasa Latin, tetapi hilang dari bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan kepada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada tahun 1126.

Pada manuskrip Latin, biasanya tidak bernama,tetapi biasanya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi , atau Algoritmi de numero Indorum (“al-Khawarizmi kepada angka kesenian Hindu”), sebuah nama baru di berikan kepada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada tahun 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-hisāb al-Hind (“Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasar Kalkulasi Hindu”). Buku ketiga beliau yang terkenal merupakan Kitāb Surat al-Ars “Buku Pemandangan Dunia” atau “Kenampakan Bumi” diterjemahkan oleh Geography, yang selesai pada tahun 833 merupakan revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat darikota -kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu salinan dari Kitāb Surat al-Ars, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de Espaxa di Madrid. Judul lengkap buku beliau merupakan Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasar pendalaman geografis yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius. Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur pada cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab atau Latin, tidak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh sebab itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta itu dari daftar koordinat. Dia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta itu.

Tak cukup hanya sampai buku ketiga, beliau juga menulis buku-buku lain yang menjadi rujukan ilmuwan-ilmuwan kepada periode selanjutnya sampai sekarang.




Thursday, January 22, 2015

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Gambaran Terjadinya Hari Akhir. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir

Gambaran terjadinya hari akhir dapat kita temukan dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an, dengan cara tersebut, kita akan dapat memahami bahwa pada tahap pertama kehidupan alam akhirat bukan dihidupkannya kembali manusia, tetapi akan terjadi perubahan yang menyeluruh di dalam sistem dan hukum alam semesta, baru kemudian terjadilah alam akhirat yang memiliki ciri-ciri khusus yang tidak mungkin dapat kita ketahui secara detail. Pada kenyatannya, manusia tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal itu. Ketika hari akhir itu terjadi, seluruh umat manusia baik yang muslim maupun yang kafir akan dibangkitkan secara bersamaan, dari manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT sampai manusia terakhir, agar semua umat manusia dapat melihat akibat dan hasil dari perbuatan mereka di dunia ini, dimana kemudian mereka akan menempati surga atau neraka selama-lamanya.

Ada banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan gambaran terjadinya hari akhir, beberapa diantaranya akan dibahas seperti berikut ini.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir : Kondisi Bumi, Laut dan Gunung

Ketika Hari akhir (kiamat) tiba, akan terjadi goncangan bumi yang luar biasa dahsyat. Bumi akan memuntahkan seluruh isi perutnya ke luar, berhamburan dan hancur berantakan. Lautan akan meluap dan terbelah, gunung-gunung bergerak dan berguncang dengan keras, pecah beserpihan bagaikan butir-butir pasir yang berserakan, kemudian beterbangan bagaikan kapas-kapas yang bertebaran di udara. Gunung-gunung yang sebelumnya menjulang tinggi dengan gagah tak ubahnya dengan fatamorgana, tak lagi meninggalkan bekas keperkasaannya.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir : Kedaaan Langit dan Bintang-bintang

Allah Swt. memberikan gambaran lewat Al-Qur’an tentang keadaan benda-benda langit ketika Hari Kiamat tiba. Bulan, matahari, bintang-bintang yang begitu besar, bahkan sebagian bintang-bintang itu jauh lebih besar dari bumi yang kita tempati ini, yang lebih terang jutaan kali lipat dan sinarnya dari matahari yang kita miliki saat ini, semua itu akan hancur dan sinarnya seketika menjadi pudar lalu padam. Segala gerak, tatanan dan aturannya menjadi hancur. Matahari bertabrakan dengan bulan. Adapun langit akan terguncang, terbelah dan hancur. Gugusan langit akan luluh bagaikan barang-barang tambang yang diluluhkan dan mencair. Semesta alam akan dipenuhi dengan asap tebal dan awan gelap.
Gambaran Terjadinya Hari Akhir
Ilustrasi Hari Kiamat

Gambaran Terjadinya Hari Akhir :  Jerit Kematian

Dalam kondisi seperti di atas, malaikat Israfil meniup sangkakala dengan perintah Allah Swt., jerit kematian pun menyeruak ke seluruh jagad. Ketika itu, seluruh makhluk yang bernyawa mengalami kematian. Tidak ada sesuatu pun yang tersisa di dunia ini. Pada detik-detik itu terjadi, seluruh manusia merasa ketakutan dan panik. Mereka tergoncang dan kebingungan, kecuali orang-orang mukmin yang memahami hakikat wujud ini, segala hikmah dan rahasianya, hati mereka tenggelam dalam makrifat dan mahabbah (cinta) kepada Allah SWT.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir : Jerit Kebangkitan dan Permulaan Kiamat

Alam akhirat pun memasuki babak baru, alam yang memiliki kekekalan dan keabadian. Nur Ilahi memancarkan sinarnya, jeritan kebangkitan menggema, nusyur segera berlangsung, seluruh umat manusia serta binatang-binatang yang pernah hidup di dunaiapun dihidupkan kembali hanya dengan sekejap saja. Seluruh manusia diliputi kebingungan dan goncangan jiwa yang dahsyat bagaikan kupu-kupu yang beterbangan tanpa arah.

Kini, mereka berada di satu tempat yang agung, berdiri di hadapan Tuhan Yang Agung untuk melakukan hisab dan perhitungan amal atas masing-masing. Seluruh umat manusia dikumpulkan. Bahkan, sebagian mereka mengira bahwa mereka berada di alam barzakh hanya sekejap atau sehari saja.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir : Kerajaan Allah dan Terputusnya Sebab dan Nasab

Di alam baru itu tersingkaplah segala hakikat. Seluruh kerajaan dan kekuasaan hanya milik Allah. Seluruh umat manusia menjadi ketakutan dan tidak seorang pun diantara mereka yang berani atau mampu berkata-kata dan mengangkat suara. Mereka tenggelam memikirkan nasibnya masing-masing; tentang nasib dan perjalanan akhir mereka. Bahkan, seorang anak akan lari dan tak peduli lagi akan ayah dan ibunya. Sanak keluarga satu sama lainnya saling meninggalkan, hubungan nasab dan keturunan pun menjadi terputus tak berarti lagi. Hubungan kekerabatan dan persahabatan yang dibina selama hidup di dunia berdasarkan keuntungan materi, duniawi dan hawa nafsu berubah menjadi permusuhan satu sama lainnya. Seluruh jiwa manusia dipenuhi oleh penyesalan dan kerugian terhadap apa yang pernah mereka lakukan selama hidup di dunia.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir : Mahkamah Keadilan Ilahi

Selanjutnya, dibentuklah Mahkamah Keadilan Ilahi, segala amal perbuatan umat manusia pun dihadirkan. Lembaran amal dibagi-bagikan, setiap amal dibukakan di hadapan masing-masing pelakunya dengan sebegitu jelas sehingga tidak lagi memerlukan pemeriksaan terhadap amal tersebut.

Di dalam mahkamah ini, Allah Swt. menghadirkan para malaikat, para nabi dan hamba-hamba pilihan sebagai saksi-saksi atas berbagai amal tiap-tiap manusia. Bahkan tangan, kaki dan kulit tubuh pun akan berbicara menjadi saksi atas perbuatan seseorang. Seluruh umat manusia akan dihisab secara teliti. Segenap perbuatan mereka akan ditimbang dengan mizan Ilahi. Seluruh manusia akan diadili berdasarkan Keadilan Ilahi, dan masing-masing diri akan melihat hasil perbuatannya.

Secara khusus, orang-orang saleh akan dilipatgandakan ganjarannya. Mereka yang membawa amal kebajikan dari kehidupan dunia akan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat. Di mahkamah itu, seseorang tidak akan menanggung dosa dan perbuatan orang lain. Sementara mereka yang tersesat dan menyesatkan orang lain akan menanggung kesesatan orang lain yang disesatkannya itu, selain menerima balasan atas perbuatan mereka sendiri, tanpa kurang sedikitpun.

Pengorbanan seseorang untuk orang yang lain pada saat itu tidak akan berarti. Bahkan, syafa'at dan pertolongan seseorang pun tidak akan diterima, kecuali syafa'at orang-orang yang diizinkan oleh Allah SWT mereka dapat memberikan syafa'at sesuai dengan timbangan-timbangan yang diridhai Allah SWT.

Gambaran Terjadinya Hari Akhir : Menuju ke Tempat Abadi

Setelah mahkamah pengadilan itu selesai, tibalah babak berikutnya, yaitu diumumkannya keputusan Ilahi. Orang-orang yang saleh dipisahkan dari orang-orang yang kafir. Kaum mukmin menuju ke surga firdaus dengan wajah yang berseri-seri dan penuh gembira. Sinar Ilahi memancar dan mengantarkan mereka ke surga yang abadi. Sedangkan orang-orang kafir dan kaum munafik digiring ke tempat yang paling mengerikan, yaitu neraka jahanam dalam keadaan terhina. Wajah mereka hitam dan kotor, berjalan di dalam kegelapan. Ketika itu, orang-orang munafik berkata kepada orang-orang yang beriman, “Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, ‘Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu.’ Ketika itu dikatakan kepada mereka, 'Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya untukmu.” Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang yang beriman) seraya berkata, ‘Bukankah kami dahulu bersama-sama kalian?’ Mereka menjawab, ‘Benar, akan tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu kehancuran kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh setan yang amat menipu.' Maka pada hari ini tidak diterima tebusan darimu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu adalah neraka, itulah tempat berlindungmu dan seburuk-buruknya tempat kembali bagimu.” (QS. Al-Hadid:13-15)

Ketika orang-orang mukmin telah mendekati surga, dibukakanlah pintu untuk mereka. Malaikat Ridwan dan para malaikat rahmat pun menyambut kedatangan mereka seraya mengucapkan selamat dengan penuh hormat, dan menyampaikan kabar gembira kepada mereka akan kebahagiaan yang abadi.

Akan tetapi, tatkala orang-orang kafir dan munafik itu sampai di neraka jahanam, terbukalah pintu di hadapan mereka, malaikat Malik dan para malaikat azab mencaci-maki mereka dengan kasar dan penuh kedengkian. Mereka diancam dengan siksa pedih untuk selama-selamanya.





اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Singkat Dakwah Nabi Muhammad Saw. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah Singkat Dakwah Nabi Muhammad Saw

Dakwah Nabi Muhammad SAW memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan Islam di seluruh dunia. Cahaya kebenaran Islam tidak hanya dikenal oleh manusia yang berada di wilayah Timur Tengah saja, tapi juga oleh seluruh manusia di wilayah dunia ini. Dakwah adalah langkah yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dalam mengenalkan Islam. Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya merupakan suatu sikap menyampaikan tentang kebenaran ajaran Islam beserta aturan-aturan di dalamnya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. tidak membedakan wilayah pedalaman, pegunungan, pedesaan ataupun perkotaan. Selain itu juga tidak membedakan status sosialnya, baik kaya ataupun miskin, baik saudagar atau hamba sahaya, semua mendapat dakwah Islam.

Manusia sebagai makhluk memiliki sifat suka mengeluh, akan tetapi Rasulullah SAW tidak pernah mengeluh, beliau termasuk manusia dengan keistimewaan yang diberikan sang Pencipta alam semesta. Dalam sejarahnya, dakwah Nabi Muhammad SAW menunjukkan tentang sifat istimewa beliau. Sifat istimewa beliau tersebut tampak dalam menjalankan amanahnya. Diantaranya adalah sifat sabar, ikhlas, pantang menyerah dengan amanah yang diembannya serta sifat istimewa lainnya.

Kisah Singkat Dakwah Nabi Muhammad Saw

Dalam sejarah dakwahnya, Nabi Muhammad SAW menunjukkan sifat amanah yang sangat luar biasa. Amanah tersebut dijalankan dengan kerja sama yang baik bersama para sahabat maupun keluarganya. Bagi manusia biasa seperti kita, memahami kisah sejarah dakwah beliau memiliki peran penting. Peran penting yang dimaksud yaitu dapat memberikan semangat bagi kaum muslimin utamanya dalam mendakwahkan Islam dengan kebenaran di dalamnya.

Setelah mengetahui betapa pentingnya mengetahui dan memahami sejarah dakwah beliau bagi kita, pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana beliau dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW ketika menyampaikan kebenaran Islam di tengah-tengah umat? Berikut ini beberapa kisah tentang sejarah dakwah Nabi kita Muhammad SAW. Kisah singkat berikut dapat dijadikan bekal ilmu dan pengetahuan bagi kita dalam mengetahui dan memahami perkembangan cahaya Islam sehingga dikenal di seluruh wilayah dunia ini sampai saat ini.

Kisah singkat dakwah Nabi Muhammad SAW: Abu Bakar Masuk Islam

Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW diawali dengan masuknya Abu Bakar ke dalam Agama Islam setelah mengetahui sifat istimewa dan kemuliaan seorang Muhammad. Abu Bakar dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang selalu setia mendampingi dakwah beliau. Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang dicari dan dikenal di wilayah Arab saat itu. Nabi Muhammad SAW digelari Al Amin, karena beliau terkenal bersih, jujur dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, ia disenangi oleh orang-orang, termasuk Abu Bakar Abi Quhafa dari kabilah Taim.

Sifat istimewa dan kemuliaan Muhammad SAW memberikan pengaruh kepada Abu Bakar yang berasal dari kabilah Taim tersebut. Pengaruh tersebut yaitu menjadikan seorang Abu Bakar masuk Islam dan berdakwah ke seluruh penjuru wilayah Arab saat itu. Abu Bakar langsung meninggalkan berhala-berhalanya yang selama ini dianggap sebagai Tuhan. Selain itu, Abu Bakar juga melakukan hal mulia seperti yang dilakukan Muhammad SAW yaitu menyayangi anak yatim piatu dan lainnya.

Setelah Abu Bakar masuk Islam, maka selanjutnya sahabat beliau lainnya yang telah diajak kepada Islam juga mulai masuk Islam dan menyebarkan Islam ke seluruh wilayah. Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW hampir seluruhnya berkat sikap dan sifat Rasulullah yang mulia. Budi pekertinya yang baik diiringi dengan bekal ilmu menjadikan sosok Muhammad dan para sahabatnya menjadi teladan bagi kaum muslimin hingga saat ini.


Sebaik-baik teladan adalah Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut telah ditunjukkan sahabatnya yang telah masuk Islam dan mencontoh sifat dan sikap Rasulullah Saw. Allah Swt sendiri telah menempatkan Muhammad SAW sebagai teladan yang terbaik bagi umat manusia. Inilah yang hendaknya kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataan yang kita peroleh yaitu sedikit sekali orang-orang yang mengambil pelajaran dan meneladani sikap dan sifat beliau.

Kisah singkat dakwah Nabi Muhammad SAW: Kaum Muslimin pada Awalnya

Kisah dakwah dikenalnya Islam ke seluruh wilayah Arab oleh Nabi Muhammad SAW terus berlanjut. Hal itu ditunjukkan dengan sahabat-sahabat Abu bakar seperti Usman bin ‘Affan dan Abdurrahman bin 'Auf yang juga mengikuti langkah Abu Bakar untuk  masuk Islam. Mereka masuk dengan kesadaran dan keikhlasan. Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW menceritakan mengenai tindakan Abu Bakar dan sahabat-sahabatnya. Ketika mereka telah masuk Islam, mereka bersama-sama datang kepada Rasulullah dan mempelajari Islam dari beliau. Hal tersebut menjadikan ajaran Islam semakin bertambah kuat.

Sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW terus mengalami perkembangan dengan semakin dikenalnya Islam melalui upaya beliau dan para sahabatnya. Dakwah berkembang karena keteladanan yang diberikan Muhammad dalam kehidupannya. Selain para sahabat yang melaksanakannya, kaum muslimin sebagai objek dakwah juga mendapat pengaruh positif dengan hal itu. Teladan yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya ketika menyampaikan kebenaran Islam kepada umat diantaranya penuh bakti, penuh kasih-sayang, rendah hati, tutur katanya lemah-lembut, adil dan sebagainya. Selain itu, juga sangat santun kepada semua orang, termasuk orang-orang fakir.

Berbeda halnya dengan kenyataan manusia saat ini. Muhamad SAW beserta sahabatnya melakukan beberapa kegiatan rutinitas untuk kekuataan iman dalam menjalankan amanah di dunia ini sebagai hamba sang Pencipta alam semesta ini. Misalnya Nabi Muhammad SAW tidak cepat tidur di malam hari karena selalu melaksanakan ibadah sunnah lainnya. Adapun ibadah sunnah yang dimaksud yaitu mendirikan shalat tahajjud setiap malam. Selain itu, beliau pun dalam shalatnya selalu khusyuk. Hal inilah yang membuat dakwahnya memiliki ruh dan penuh keikhlasan. Sosok yang terlihat murah senyum dan teduh. Selain itu tampak cahaya yang terpancar indah dan terang benderang pada wajah beliau.

Kisah singkat dakwah Nabi Muhammad SAW: Rasulullah Mengajak Memeluk Islam Keluarganya

Dakwah Rosulullah Muhammad SAW tidak hanya pada orang lain, tapi beliau juga mengutamakan keluarga sebagai objek dakwah kebenaran ajaran Islam yang diwahyukan kepadanya. Tiga tahun setelah kerasulan Nabi Muhammad SAW, perintah Allah datang untuk menyebarkan agama Islam, lalu Rasul mengumumkan ajaran yang masih disembunyikan itu secara terang-terangan. Ketika itu wahyu datang kepada beliau dalam Quran Surat 26: 214-216 yang artinya "Sampaikanlah apa yang sudah diperintahkan kepadamu, dan tidak usah kauhiraukan orang-orang musyrik itu."(Qur'an 15: 94)

Rasulullah Muhammad SAW melakukan langkah awal beliau menyampaikan kebenaran ajaran Islam dengan mengundang keluarganya makan di rumahnya. Lalu beliau mulai berbicara dengan lembut untuk mengajak keluarganya menuju cahaya Islam dengan kebenaran di dalamnya. Namun, Abu Thalib, pamannya, langsung menyetop pembicaraan beliau. Abu Thalib mengajak keluarga yang lain pergi meninggalkan tempat itu. Walaupun demikian, Nabi Muhammad Saw. tetap sabar dan tidak putus asa dengan sikap keluarganya tersebut.

Keesokan harinya sekali lagi Muhammad mengundang mereka. Rasulullah mulai mengajak lagi keluarganya untuk masuk ke dalam Agama Islam. Namun, mereka semua menolak, lalu bersiap-siap meninggalkannya. Tiba-tiba Ali yang masih anak-anak ketika itu bangkit dari duduknya. Ia berkata kepada Rasulullah Muhammad SAW. "Rasulullah, saya akan membantumu. Saya adalah lawan siapa saja yang kau tentang." Kemudian Banu Hasyim tersenyum dan ada juga yang tertawa terpingkal-pingkal. Mata mereka berpindah-pindah dari Abu Thalib kepada anaknya. Kemudian mereka semua pergi meninggalkannya sambil mengejek. Namun, Rasulullah tetap sabar dan terus berupaya menyampaikan kebenaran ajaran Islam kepada keluarganya.