Wednesday, November 19, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Cerita Sa'labah: Kisah para sahabat Nabi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Cerita Sa'labah: Kisah para sahabat Nabi

Syahdan ada seorang Sahabat Rasulullah SAW. yang bernama Sa'labah yang sangat miskin.Akan tetapi, ia tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. . Meskipun demikian, ia selalu cepat-cepat pergi selesai shalat. Suatu saat ia ditanya Rasulullah Saw. , "wahai Sa'labah, mengapa kamu cepat-cepat pulang padahal shalat jamaah baru saja selesai?" Sa'labah menjawab," Maaf ya Rasulullah, aku segera pulang karena kain yang kupakai sudah ditunggu oleh istriku untuk salat pula." Rasulullah berkata," Wahai sahabatku,engkau orang yang beruntung atas kesabaran dan tetaplah kamu bersabar."

Suatu hari, Sa'labah menghadap Rasulullah Saw. Ia mengeluhkan tentang keadaannya yang serba kekurangan. Sa'labah mohon didoakan oleh Rasulullah Saw. agar Allah SWT memberikannya kekayaan yang banyak. Awalnya Nabi Muhammad SAW pun menolaknya. Beliau menasihati Sa'labah agar hidup sederhana. Sa'labah terus mendesak dan berkata, "Ya, Rasulullah, bukankah jika Allah Swt. memberikan kepadaku kekayaan, aku dapat memberikan hak kepada setiap orang?" Akhirnya Rasulullah Saw mendoakan Sa'labah. Kemudian Doa' Nabi Muhammad SAW pun dikabulkan oleh Allah SWT. Sa'labah memperleh rezeki dan dapat membeli ternak. Ternaknya kemudian berkembang biak dengan cepat usahanya semakin berkembang, Sa'labah mulai jarang kelihatan shalat berjamaah bersama Nabi Muhammad SAW di Masjid. Setiap hari dia terlihat sibuk mengurus ternaknya. Bahkan, akhirnya tidak menghadiri shalat Jum'at. Nabi Muhammad SAW menugaskan dua orang sahabat untuk menarik Zakat dari Sa'labah. Ia menolak utusan Rasul tersebut. Ketika utusan beliau melaporkan keadaan Sa'labah, beliau berkata, " Celakalah Sa'labah!"

Di akhir cerita, Sa'labah mati terbakar bersama harta bendanya.





Tuesday, November 18, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Keutamaan Meneladani Rasulullah Saw.. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Keutamaan Meneladani Rasulullah Saw.


Banyak Hadits yang menerangkan tentang keutamaan dan ganjaran bagi orang-orang yang meneladani Rasulullah Saw. Salah satunya dari Ibnu Abbas R.A., bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
"Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerusakan pada ummatku, maka baginya pahala seratus orang mati syahid." (Riwayat Baihaqi)
Begitu pula sabda Rasulullah Saw. dalam riwayat Thabrani, dari Abu Hurairah RA., walaupun terdapat sedikit perbedaan redaksional dengan Hadits sebelumnya: "...baginya pahala orang yang mati syahid." (At-Targhib Wat-Tarhib/1:44)


Seseorang yang beriman kepada Rasulullah Muhammad Saw tentu akan meneladani perilaku Rasul Saw. dalam kehidupan sehari-hari. Di mulai dari ucapan, perbuatan, dan tingkah laku. Semua hal yang baik dari  Rasulullah Muhammad Saw. menjadi teladan. Nabi Muhammad Saw. Merupakan manusia paling mulia di dunia ini, segala tingkah laku dan kehidupan menjadi teladan seluruh manusia yang beragama Islam di bumi ini. Agama lain juga mengakui bahwa Nabi Muhammad saw. adalah manusia yang mendekati paling sempurna.

Sebagai umat islam, sebaiknya kita memiliki ciri khusus yang baik, dan memiliki perilaku yang jujur dan bersih, serta bertutur kata yang lemah lebut dan sopan. Hal-hal tersebut sangat tinggi nilainya bahkan akan menjadikan dakwah yang positif bagi kepercayaan umat Islam dimasa mendatang.

Nabi Muhammad Saw. adalah rasul terakhir dari 25 Rasul yang wajib kita ketahui selaku umat Islam. Tanda-tanda seseorang beriman kepada Rasul Allah swt. Sebagai berikut:
1. mengukuhkan keimanan kepada Allah Swt.
2. menyakini bahwa rasul adalah utusan allah.
3. bersikap takwa.
4. meneladani kehidupan para rasul.

Perilaku beriman kepada rasul dapat ditunjukan dengan sikap-sikap sebagai berikut:
a. menyakini para rasul sebagai utusan Allah.
b. menjaga ketakwaan kepada Allah.
c. menganggap Rasul sebagai manusia biasa.
d. tidak membedakan para Rasul Allah.
e. tidak menganggapnya sebagai tuhan.




اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt. dan Aplikasi dalam Kehidupan. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt. dan Aplikasi dalam Kehidupan

Syariat agama yang dibawa para rasul adalah sebagai pelita bagi hidup manusia juga memberi petunjuk dan ajaran yang suci, sehingga manusia tidak akan tersesat di tengah jalan. Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat tidak hanya dengan akal saja, tetapi harus mendapatkan penjelasan, tuntunan, dan ajaran agama yang dibawa oleh para rasul.

Mengapa kehadiran para rasul sangat diperlukan, ada beberapa alasannya, diantaranya:
  1. membimbing umat manusia untuk mengetahui cara-cara beribadah kepada Allah.
  2. membimbing manusia untuk bisa membedakan yang benar dan yang salah serta yang haram dan halal.
  3. menjadikan dirinya sebagai suri teladan sebagai pribadi maupun pemimpin umat.

Secara bahasa, iman artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, iman adalah mempercayai dengan hati, mengucapkannya dengan lisan, dan mengamalkan dengan amal perbuatan. Fungsi iman kepada Rasul Allah Swt harus mampu diwujudkan dalam kehidupan manusia, diantaranya:
  1. mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya. Firman Allah Swt. yang artinya: ”katakanlah jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, dan allah maha mengampun li maha penyayang.”(QS.ali imran:31)
  2. mengetahui hakikat dirinya bahwa ia adalah ciptaan Allah Swt, firman Allah yang artinya ”dan aku tidak ciptakan jin dan manusia. Kecuali untuk beribadah kepada –ku”(QS. Adz Dzariyaat:56).
  3. manifestasikan dari beriman kepada Allah.
  4. mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  5. terhindar dari keyakinan yang  menyesatkan.
  6. menjadikan rasul sebagai suri teladan bagi kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun pemimpin umat. Firman Allah swt. yang artinya: sesungguhnya telah ada pada(diri) Rasulullah itu suri teladan  yang bagimu(yaitu) bagi orang yang menghadap(rahmat) Allah dan(kedatangan) hari kiamat dan banyak yang menyebut Allah.(QS.Al-ahzab:21)