Monday, June 30, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah rusa dan tanduknya. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah rusa dan tanduknya

Pada suatu hari, seekor rusa sedang berlari sambil bermain di tepi kolam yang sangat jernih airnya. Rusa itu merasa gembira saat melihat bayangan yang muncul di atas permukaan air kolam itu. Ia merasa bangga melihat wajahnya yang begitu cantik. Kulit badannya juga kelihatan bersinar.

Rusa itu paling suka dengan tanduk yang besar dan cantik. Ia memandang tanduknya dari kolam itu dari berbagai sudut tanpa merasa jemu. Tiba-tiba, rusa itu melihat empat kakinya yang kurus seperti kayu. Ia merasa kaki itu sangat jelek. Rusa itu pun berfikir dalam hati: Mengapakah Tuhan mengaruniakan aku tanduk yang cantik tetapi tidak memberi kaki yang cocok dengan tandukku? Memang tidak adil! Aku juga ingin mempunyai empat kaki yang kuat dan cantik!.

Pada saat yang sama, seekor singa yang kebetulan lewat di situ melihat rusa itu. Singa itu menghampiri dan ingin menerkam rusa itu. Rusa itu amat terkejut lalu terus melarikan diri sekuat-kuatnya dengan kaki-kakinya yang kuat yang panjang.

Rusa itu terus melompat ke seberang sungai. Namun malang nasib, saat rusa itu ingin masuk ke semak belukar, tanduknya tersangkut pada dahan pohon. Walaupun rusa itu mencoba sebisanya melepaskan diri tetapi tidak berhasil. Singa itu semakin mendekati rusa. Air mata rusa jatuh menetes ke kulit badannya yang cantik itu. Dengan penuh sesal, rusa itu lalu berkata dalam hati: Rupa-rupanya, hanya kaki yang kuanggap jelek ini yang berupaya menyelamatkan aku. Sebaliknya, tanduk yang cantik ini telah menyusahkan aku.




اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Pemburu Harta Karun yang Pelit. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah Pemburu Harta Karun yang Pelit

Ada sebuah cerita tentang seorang pemburu harta karun yang dikenal sangat pelit.

Pada jaman dahulu, ada seorang pemburu harta karun yang terkenal pelit mengubur harta yang telah diperolehnya nya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur hartanya itu, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk mhartatikan bahwa tidak ada hartanya yang hilang.
Karena sering melakukan hal itu, seorang pencuri yang mengawasinya dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu. Pada suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut, mengambil dan membawanya pergi.

Ketika telah menyadari bahwa dia telah kehilangan hartanya, si pemburu harta karun menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia meraung-raung menangis sambil menjambak-jambak rambutnya.
Seorang pengelana yang kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis, dia bertanya pada si pemburu harta karun  apa yang terjadi.
"hartaku! oooh... harta kesayanganku!" kata si pemburu harta karun, "Aku telah dirampok orang !"
"hartamu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpan hartamu disana? Mengapa harta tersebut tidak kamu simpan di dalam rumahmu dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"
"Membeli sesuatu?" teriak si pemburu harta karun dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan harta itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan harta itu." teriaknya lagi dengan marah.
Pengembara itu kemudian pergi mengambil sebuah batu yang berukuran besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.
"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkanlah batu yang kulempar tadi, batu itu nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"

Ingatlah hai kawan, harta yang kita miliki nilainya tergantung dengan kegunaan harta tersebut.




Sunday, June 29, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Bagaimana caranya supaya bisa memaafkan kesalahan orang lain ?. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Bagaimana caranya supaya bisa memaafkan kesalahan orang lain ?

Memaafkan kesalahan orang lain merupakan salah satu hal yang sulit kita lakukan, bagaimana cara memaafkan kesalahan orang lain ? Simak kisah berikut ini.

Seorang petani miskin pada suatu hari ingin meminjam uang pada seorang saudagar kaya. Tapi, jangankan meminjamkan uang, saudagar tersebut malah mengusir dan mencaci maki petani tersebut.
Petani itu sangat sakit hatinya dan merasa dendam dengan perlakuan saudagar itu. Di tengah perjalanan pulang, dia bertemu dengan seorang kiyai, petani tersebut menceritakan apa yang terjadi pada kiyai tersebut.
Kemudian petani tersebut bertanya "Pak Kiyai, bagaimana caranya agar aku bisa menghilangkan sakit hatiku kepada saudagar itu ?".
Sang Kiyai berkata "Sebelum menjawabnya, saya akan bercerita sedikit. Dulu saya punya hutang kepada si fulan tapi tidak punya uang untuk membayarnya, kemudian saya menemui seorang teman, dan teman saya itu bersedia melunaskan hutang itu".
"Teman saya bersedia melunasi hutang saya karena kenal dengan saya, kalau tidak, mustahil ia akan membantu melunasinya". lanjut kiyai.
cara memaafkan kesalahan orang lain"Lalu apa hubungannya dengan kemarahan saya pak kiyai ?" tanya petani tersebut.
"Cara agar kita bisa memaafkan kesalahan orang lain adalah dengan berteman dengan Allah SWT, ceritakan kepada Allah SWT masalahmu itu", kata kiyai
"Lalu ... ?", tanya petani.
"Niscaya Allah SWT akan membalasmu dengan sesuatu yang lebih baik jika kamu memaafkan orang lain. Maafkanlah orang itu, Allah SWT akan membayarnya dengan sesuatu yang lebih baik untukmu". Kiyai itu lalu melanjutkan, "Ibarat teman saya yang membantu membereskan masalah hutang saya, Allah SWT akan membereskan masalah kemarahanmu dengan memberikan yang lebih baik kepadamu."
"Terima kasih pak kiyai, saya akan serahkan kemarahan saya kepada Allah SWT sehingga tidak ada lagi kemarahan dan dendam yang tersisa padaku kepada saudagar tersebut", kata petani tersebut.
Begitulah cara memaafkan kesalahan orang lain, dengan menyerahkan marah dan dendam kita terhadap orang lain kepada Allah SWT, niscaya Allah akan menggantinya dengan pahala dan balasan yang lebih baik.