Saturday, August 6, 2016

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kehidupan Manusia Di Padang Mahsyar. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kehidupan Manusia Di Padang Mahsyar

Kehidupan manusia di padang Mahsyar tidak akan dapat dielakkan. Dari Alam kubur atau alam barzah, manusia akan pindah ke bumi yang baru, yang diciptakan khusus untuk kehidupan masa depan itu. Kehidupan hakiki yang dijanjikan Allah SWT. Mereka berbondong bondong menuju pengadilan Allah SWT, berhuta juta orang berjalan dengan berharap cemas. Bahkan pada saat itu ada yang mulai merasakan teriknya matahari akhirat, yang panasnya 300 kali panas matahari dunia kita sekarang.

Tentang Bumi baru ini Allah menyatakan dalam Al- Qur’an surat Ibrahim ayat 48 yang artinya:
Pada ketika bumi diganti dengan bumi lain begitu juga langit, dan mereka para manusia semuanya berkumpul , berbaris antri menghadap kehadirat Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa. 

Bagaimana keadaan mereka sejak dari menginjakan kakinya di bumi baru itu, yang berupa padang yang begitu luas , tanpa tanaman yang berarti yang panas dan terik, yang disebut sebagai padang mahsyar? Apakah mungkin berjejal jelal? Karena untuk menampung orang sejak nabi Adam hingga manusia terakhir , Tentu saja lapang sekali , sebab daerah yang subur yang berujud kebun dijelaskan dalam Al-qur’an surat Ali Imron Ayar 133 yang Artinya:

Dan bersegeralah kalian kepada ampuan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang orang yang beriman.

Jannatin biasa diartikan surga itu adalah kebun, Betapa luasnya beumi masa depan itu, sebagian kebunya yang demikian rindang atau surganya saja seluas bumi dan langit dunia ini, belum termasuk padang padang lain. Rassulullah SAW membandingkan alam dunia dengan alam akhirat sebagai berikut yang artinya:
Tiadalah perbandingan dunia ini dengan akhirat kecuali seorang memasukan jari jemarinya kedalam lautan luas, maka perhatikan berapa dapatnya ?


Betapa luas akhirat itu, Perbandingannya saja bagaikan air yang ada pada jari yang dicelupkan kedalam air laut. Dan sebenarnya apaah kebutuhan hidup yang sangat diperlukan saat dalam perjalanan padang mahsyar itu? Tidak lain dan tidak bukan kecuali payung peneduh. Payung itu sangat dibutuhkan sebab sepanjang perjalanan itu tidak ada peneduh ataupun payung, sedangkan teriknya matahari disana sangatlah panas.
Kehidupan Di Padang Mahsyar

Tujuh Golongan manusia yang akan memperoleh naungan (payung) dari Allah adalah:

  1. Imam Atau Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang besar didalam beribadat kepada Allah
  3. Seseorang yang yang hatinya tergantung pada masjid
  4. Dua orang yang berkasih sebab Allah, berdekatan dan berjauhan Karena Allah
  5. Orang laki laki yang di ajak mesum oleh perempuan berpangkat dan mempunyai jabatan dan rupawan namun ia menolak sebab takut kepada Allah
  6. Orang yang bersedekah bukan untuk pamer
  7. Orang yang berzikir sampai meneteskan air mata

Mari kita periksa diri kita masing-masing, apakah kita merupakan salah satu dari 7 golongan  yang akan memperoleh payung dari Allah untuk menghadapi teriknya padang Mahsyar ? Semoga Allah Swt. memberikan kita kekuatan dan pertolongan. Aamiin.

Sumber : gudanginfomuslim.blogspot.com



اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah saw. di Mekah. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah saw. di Mekah


Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah saw. di Mekah sangat keras, kaum kafir Quraisy terus berupaya menggalang kekuatan agar Rasulullah saw. dan upayanya dalam penyebaran ajaran Islam dapat dihentikan. Berbagai upaya mereka lakukan, mulai mengajak berdialog dengan mengiming-imingi bermacam-macam bantuan hingga kekerasan yang dilakukan pada Rasulullah saw. dan para sahabat serta pengikut ajarannya. Puncak dari kejengkelan mereka adalah dengan cara memboikot Rasulullah saw. dan para sahabatnya serta pengikutnya dari boikot ekonomi dan politik.

Apa yang menyebabkan mereka begitu keras menolak dan geram pada ajaran yang dibawa Rasulullah saw.? Apa yang salah dengan ajaran mengenai kebenaran dan kasih sayang yang adalah idaman semua manusia beradab? Sebetulnya mereka mengetahui dan memahami betul bahwa ajaran Ilahi yang dibawa Rasulullah saw. adalah ajaran yang lurus, benar, dan haq. Ada beberapa alasan mengapa kaum kafir menolak dan menentang ajaran yang dibawa Rasulullah saw, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Kesombongan dan Keangkuhan
Bangsa Arab jahiliah dikenal sebagai bangsa yang sangat angkuh dan sombong. Mereka menganggap bahwa semua yang sudah mereka lakukan adalah sesuatu yang benar. Mereka menganggap mereka tidak salah dengan apa yang mereka lakukan. Kesombongan mereka tercermin dari sya’ir-sya’ir yang mereka buat, terutama kesombongan kaum Quraisy yang merasa suku mereka yang paling terhormat dan paling berpengaruh. Mereka memandang bahwa mereka lebih mulia dan tinggi derajatnya dari golongan bangsa Arab lainnya. Mereka tidak menerima ajaran persamaan hak dan derajat yang dibawa Islam. Oleh karenanya, mengakui dan menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. akan menurunkan dan menjatuhkan derajat dan martabat serta mengancam kedudukan mereka.

2. Fanatisme Buta pada Leluhur
Kebiasaan yang sudah mengakar kuat dan turun-temurun dalam melakukan penyembahan berhala dan kemusyrikan lainnya, menyebabkan mereka sangat sulit menerima ajaran tauhid dan menyembah Allah Swt. yang Ahad. Kebiasaan itu sudah mengkristal dan berakar, mereka sangat sulit diberikan pemahaman bertauhid. Tuhan untuk mereka diwujudkan dalam bentuk berhala-berhala yang mereka buat sendiri sejak ratusan tahun lalu. Fanatisme pada ajaran leluhur jelas-jelas sudah menenggelamkan mereka ke dalam kesesatan yang nyata.
Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah nabi muhammad

Fakta tersebut ditegaskan oleh Allah Swt. dalam firmannya: “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah Swt. dan (mengikuti) Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (Q.S. al- Mā’idah/5:104)

3. Eksistensi dan Persaingan Kekuasaan
Penolakan mereka pada ajaran Rasulullah saw. secara politis dapat melemahkan eksistensi dan pengaruh kekuasaan mereka. Jika merena menerima Rasulullah saw. dengan ajaran yang dibawanya, tentu saja akan mengakibatkan pada lemahnya pengaruh dan kekuasaan mereka. Kekuasaan dan pengaruh yang selama ini mereka dapatkan dengan menghalalkan bermacam-macam cara, tentu sangat bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah saw. Itulah sebabnya, mereka “mati-matian” mempertahankan eksistensi dan keberadaan meraka untuk menolak Rasulullah saw.

Sumber : http://kabelkreatif.blogspot.co.id/2016/07/reaksi-kafir-quraisy-terhadap-dakwah.html



اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Habil dan Qabil Singkat. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah Habil dan Qabil Singkat

Kisah Habil dan Qabil diceritakan di dalam kitab suci Alquran. Qabil adalah salah seorang anak Nabi Adam as. yang bersaudara kembar dengan Iqlima. Sementara Habil adalah anak Nabi Adam as. yang bersaudara kembar dengan Labuda. Iqlima terlahir dengan paras yang cantik, sementara Labuda tidak secantik Iqlima. Semua keturunan Nabi Adam as. hidup damai sampai mereka dewasa.

Kemudian, turun perintah Allah Swt. agar Nabi Adam as. menikahkan anak-anaknya. Allah Swt. memerintahkan agar anak yang terlahir sebagai saudara kembar wajib dinikahkan dengan anak kembar yang lain. Dengan ketentuan itu, Qabil wajib menikah dengan Labuda, dan Habil wajib menikah dengan Iqlima.

Ketika Nabi Adam as. menyampaikan perintah itu, Qabil tidak menyetujuinya. Pasalnya, sudah lama Qabil menyukai Iqlima. Ia menolak menikahi Labuda, dan tetap akan menikahi Iqlima. Dengan bijak, Nabi Adam as. mengingatkan Qabil bahwa ketentuan Allah Swt. wajib ditaati. Namun, Qabil tetap pada kehendaknya untuk menikahi Iqlima, saudara kembarnya yang lebih cantik. Akhirnya, dengan memohon petunjuk Allah Swt. dengan bijaksana Nabi Adam as. memerintahkan Qabil dan Habil untuk berkurban. Siapa pun yang kurbannya diterima oleh Allah Swt., segala kebutuhan dan keinginannya akan dikabulkan oleh Allah Swt., termasuk harapan Qabil untuk menikahi Iqlima.
Kisah Habil dan Qabil lengkap

Setelah semuanya dirasa siap, Qabil dan Habil pun mempersembahkan kurbannya masing-masing di atas bukit dengan disaksikan oleh semua anggota keluarga. Qabil mempersembahkan hasil pertaniannya. Dia sengaja memilih gandum dari jenis yang jelek. Habil mempersembahkan seekor kambing terbaik dan yang paling dia sayangi. Kemudian, dengan perasaan berdebar-debar, mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama berselang, tampak api besar menyambar kambing persembahan Habil, sedangkan gandum persembahan Qabil tetap utuh yang berarti kurban Habillah yang diterima.

Melihat kenyataan itu, Qabil yang berperangai tidak baik dan terpengaruh hasutan iblis, menaruh dendam kepada Habil. Terpikir olehnya, agar keinginannya menikahi Iqlima, tidak ada cara lain kecuali membunuh Habil. Maka saat terdapat kesempatan untuk melakukan niat jahatnya itu, Qabil pun betul-betul melaksanakannya. Ketika Habil sedang seorang diri, Qabil datang menghampirinya dengan niat untuk membunuh saudaranya itu. Mengetahui hal itu, Habil mengingatkan Qabil agar senantiasa mengingat Allah Swt. dan hendaklah takut kepada-Nya. Habil berkata kepada Qabil, “Sungguh jika kamu menggerakkan tanganmu untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.” (Q.S. al-Mā’idah/5:28)

Setelah Habil terbunuh, Qabil merasa bingung. Diguncang-guncangkan tubuh saudaranya itu, namun tetap tidak bergerak. Lalu jenazah Habil dibawa ke sana kemari dengan perasaan kacau, tidak tahu apa yang wajib dilakukannya. Dia merasa sangat menyesal sehingga air matanya berlinang membasahi pipinya.

Dalam kebingungannya, Allah Swt. menurunkan ilham melalui dua ekor burung gagak yang bertarung untuk memperebutkan daging mayat Habil. Salah seekor dari burung gagak itu tewas dalam pertarungan itu. Kemudian, burung gagak yang masih hidup menggali tanah, menarik gagak yang sudah menjadi bangkai untuk dimasukkan ke dalam tanah yang sudah digali dengan cakarnya, lalu menimbunnya dengan tanah.

Demikianlah, Qabil meniru perbuatan burung gagak itu. Dia menggali tanah dan menguburkan mayat Habil dan menimbunnya dengan tanah. Menyadari dirinya sudah melakukan kesalahan yang sangat besar, Qabil pun merasa ketakutan. Dia kemudian tidak berani untuk pulang ke rumah, bahkan pergi dengan meninggalkan kedua orang tua dan saudara-saudaranya. Dia benar-benar tidak kembali lagi, pergi masuk hutan keluar hutan, menaiki gunung, dan menuruni lembah tidak jelas arah dan tujuan. (Disarikan dari bermacam-macam sumber)