Tuesday, November 18, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt. dan Aplikasi dalam Kehidupan. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Fungsi Iman kepada Rasul Allah Swt. dan Aplikasi dalam Kehidupan

Syariat agama yang dibawa para rasul adalah sebagai pelita bagi hidup manusia juga memberi petunjuk dan ajaran yang suci, sehingga manusia tidak akan tersesat di tengah jalan. Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat tidak hanya dengan akal saja, tetapi harus mendapatkan penjelasan, tuntunan, dan ajaran agama yang dibawa oleh para rasul.

Mengapa kehadiran para rasul sangat diperlukan, ada beberapa alasannya, diantaranya:
  1. membimbing umat manusia untuk mengetahui cara-cara beribadah kepada Allah.
  2. membimbing manusia untuk bisa membedakan yang benar dan yang salah serta yang haram dan halal.
  3. menjadikan dirinya sebagai suri teladan sebagai pribadi maupun pemimpin umat.

Secara bahasa, iman artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, iman adalah mempercayai dengan hati, mengucapkannya dengan lisan, dan mengamalkan dengan amal perbuatan. Fungsi iman kepada Rasul Allah Swt harus mampu diwujudkan dalam kehidupan manusia, diantaranya:
  1. mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya. Firman Allah Swt. yang artinya: ”katakanlah jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, dan allah maha mengampun li maha penyayang.”(QS.ali imran:31)
  2. mengetahui hakikat dirinya bahwa ia adalah ciptaan Allah Swt, firman Allah yang artinya ”dan aku tidak ciptakan jin dan manusia. Kecuali untuk beribadah kepada –ku”(QS. Adz Dzariyaat:56).
  3. manifestasikan dari beriman kepada Allah.
  4. mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  5. terhindar dari keyakinan yang  menyesatkan.
  6. menjadikan rasul sebagai suri teladan bagi kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun pemimpin umat. Firman Allah swt. yang artinya: sesungguhnya telah ada pada(diri) Rasulullah itu suri teladan  yang bagimu(yaitu) bagi orang yang menghadap(rahmat) Allah dan(kedatangan) hari kiamat dan banyak yang menyebut Allah.(QS.Al-ahzab:21)






Wednesday, November 5, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Suraqah bin Malik : Cahaya Ilahi di Hati Pembunuh Bayaran. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah Suraqah bin Malik : Cahaya Ilahi di Hati Pembunuh Bayaran

Siapakah Suraqah bin Malik ? Untuk mengetahuinya mari kita ikuti kisah berikut ini.

Pada suatu waktu Rasulullah saw. sedang dalam perjalanan dari Mekah untuk hijrah ke Madinah, berkumpullah orang-orang kafir Mekah di Darun Nadwah (nama sebuah tempat pertemuan) di rumah Abu Jahal. Dalam pertemuan tersebut, mereka memutuskan untuk mengadakan sayembara, “Barangsiapa berhasil membawa Muhammad kepada kami, atau berhasil membawa kepalanya, kami para tokoh kafir Quraisy akan memberi hadiah 100 unta merah yang hitam biji matanya.”

Mendengar sayembara tersebut,  berdirilah seorang di antara mereka, namanya Suraqah bin Malik. Ia berkata, “Aku yang sanggup membawa Muhammad.” Setelah itu Suraqah langsung keluar untuk mengejar Rasulullah saw.

Ketika berhasil menemukan Rasulullah saw., tanpa membuang waktu lagi, Suraqah langsung menghunus pedangnya hendak membunuh Rasulullah saw. Pada saat itulah, Allah Swt. menunjukkan kekuasaan-Nya. Allah Swt. memerintahkan bumi untuk patuh kepada perintah Rasulullah saw. Rasulullah saw. memerintahkan bumi untuk menahan Suraqah sehingga Suraqah dan kudanya terperosok ke dalam bumi sampai sebatas lututnya.

Ketika melihat kudanya tidak dapat bangun, Suraqah memelas memohon pertolongan kepada Rasulullah saw. seraya berkata, “Wahai Muhammad, amankanlah diriku! Amankanlah diriku!” Kemudian Rasulullah saw. berdoa kepada Allah Swt. untuk menolong Suraqah yang hampir tertelan bumi. Akhirnya, Suraqah pun terbebas dari bahaya yang hampir merenggut nyawanya itu.

Kisah Suraqah bin MalikSetelah menyelamatkan Suraqah, Rasulullah kembali melanjutkan perjalanan beliau menuju Madinah. Namun, Suraqah kembali mengejar Rasul dengan pedang terhunus di tangannya. Ternyata ia masih tetap ingin membunuh Rasulullah saw. Seperti sebelumnya, Allah Swt. pun kembali memerintahkan bumi untuk menelan kaki kuda Suraqah. Bahkan, kini amblasnya hingga ke batas pusarnya. Karena takut ditelan bumi, Suraqah kembali memohon belas kasihan dan pertolongan dari Rasulullah saw. dengan amat memelas ia berkata “Wahai Muhammad, selamatkanlah diriku. Aku tidak akan menyakitimu lagi setelah ini.”

Karena mendengar permohonan Suraqah yang demikian memilukan, Rasulullah saw. pun kembali memohon kepada Allah agar menyelamatkan Suraqah. Setelah selamat untuk yang kedua kalinya, Suraqah kemudian turun dari kudanya dan menghadap Rasulullah saw. untuk memohon ampun atas perbuatan jahatnya. Dengan penuh kelembutan, Rasulullah saw. pun memafkan Suraqah. Akhirnya Suraqah pun menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah saw.





Sunday, November 2, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Islam pada Masa Modern (1800 – sekarang). Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Islam pada Masa Modern (1800 – sekarang)

Islam pada periode Modern ini dikenal dengan era kebangkitan umat Islam. Kebangkitan umat Islam disebabkan oleh adanya benturan antara kekuatan Islam dengan kekuatan Eropa. Benturan itu menyadarkan umat Islam bahwa mereka sudah cukup jauh tertinggal dengan Eropa. Hal ini dirasakan sekali oleh Kerajaan Turki Usmani yang langsung menghadapi kekuatan Eropa untuk pertama kalinya. Kesadaran tersebut membuat penguasa dan pejuang-pejuang Turki tergugah untuk belajar dari Eropa. Guna memulihkan kembali kekuatan Islam, Kerajaan Turki mengadakan suatu gerakan pembaharuan dengan mengevaluasi apa yang menjadi penyebab mundurnya Islam dan mencari ide-ide pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat.

Pada  sekitar abad 13 M, benih pembaharuan dunia Islam sesungguhnya telah muncul. ketika dunia Islam mengalami kemunduran di berbagai bidang. Saat itu pula lahirlah Taqiyudin Ibnu Taimiyah, seorang muslim yang sangat peduli terhadap nasib umat Islam dengan mendapat dukungan muridnya Ibnu Qoyyim al Jauziyah (691‒751). Mereka ingin mengembalikan kembali pemahaman keagamaan umat Islam kepada pemahaman dan pengamalan Rasulullah saw.
Islam pada Masa Modern
Gerakan salaf ini kemudian menjadi ciri gerakan pembaharuan dalam dunia Islam yang mempunyai ciri sebagai berikut.
  1. Memberi ruang dan peluang ijtihad dalam berbagai kajian keagamaan yang berkaitan dengan muamalah duniawiyah.
  2. Tidak terikat secara mutlak dengan pendapat ulama-ulama terdahulu.
  3. Memerangi orang-orang yang menyimpang dari aqidah kaum salaf seperti kemusyrikan, khurafat, bid’ah, taqlid, dan tawasul.
  4. Kembali kepada al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.
Secara garis besar isi pemikiran Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim antara lain mengadakan pembaharuan dalam bidang agama, sosial, dan ekonomi, memberantas takhayul serta bid’ah yang masuk ke dalam ajaran Islam, menghilangkan paham fatalisme yang terdapat di kalangan umat Islam, menghilangkan paham salah yang dibawa oleh tarekat tasawuf, meningkatkan mutu pendidikan dan membela umat Islam terhadap permainan politik negara Barat.

Selanjutnya, ide-ide cemerlang Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim dan yang lainnya dilanjutkan oleh para tokoh muda yang lahir pada abad ke-18. Mereka meyakini bahwa umat Islam sudah tertinggal jauh dibandingkan dunia Barat. Umat Islam masih berkutat pada hal-hal yang tidak rasional seperti bid’ah, khurafat, dan tahayyul. Satu-satunya jalan adalah umat Islam harus bangkit dari kebodohan itu. Maka, lahirlah tokoh-tokoh pembaharu Islam.