Monday, January 5, 2015

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Mari Menghormati Orang Tua Kita. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Mari Menghormati Orang Tua Kita

Siapakah orang yang paling dekat dengan kita sejak lahir? Tentu kedua orang kita bukan? Merekalah yang membawa kita ke dunia ini dengan izin Allah Swt. Mari kita menghormati orang tua kita, baik saat masih hidup maupun saat mereka telah meninggal dunia. Jasa mereka besar sehingga kita tidak akan mampu menghitungnya, jasa mereka yang demikian besar itu antara lain:

  1. Ibu mengandung dengan penuh susah payah, dan melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawanya;
  2. Ibu menyusui kita selama dua tahun dengan penuh kasih sayang dan terjaga malam hari karena memenuhi kebutuhan anaknya;
  3. Ibu dan ayah memelihara kita sehingga kita siap untuk hidup mandiri;
  4. Ayah dan ibu bekerja keras untuk memenuhi keperluan keluarga;
  5. Ayah dan ibu memberi kita bekal pendidikan;
  6. Ayah dan ibu memberikan kasih sayang kepada kita dengan ikhlas tanpa meminta balasan.

Mari Menghormati Orang Tua Kita
Menghormati Orang Tua Kita
Begitu besarnya jasa orang tua sehingga kita sebagai anak hukumnya wajib untuk berbuat baik kepada keduanya. Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada keduanya, sebagaimana firman-Nya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (Q.S. al-Baqarah/2: 83).

Pada penggalan ayat, Allah Swt. menegaskan bahwa kita harus berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Terkait dengan ini, Imam Abu Daud dan Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Amru sebagai berikut.

“Dari Abullah bin Umar berkata. Seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Aku akan berbaiat kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah saw. bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (H.R. Baihaqi)
Hadis di atas menegaskan kepada kita agar tidak sekali-kali mengecewakan kedua orang tua kita.

Bagaimana tata cara menghormati orang tua kita ? Perilaku seorang yang akan menghormati kedua orang tuanya dapat diwujudkan dengan cara berikut ini.

A. Menghormati orang tua kita ketika masih hidup:
  1. Memperlakukan keduanya dengan sopan dan hormat;
  2. Membantu pekerjaanya;
  3. Mengikuti nasihatnya (apabila nasihat itu baik);
  4. Membahagiakan keduanya.

B. Menghormati orang tua kita ketika sudah meninggal;
  1. Jika keduanya muslim, kita dapat mendoakan mereka setiap saat agar mendapat ampunan Allah Swt; Doa yang diajarkan Rasulullah saw. demikian: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan rahmatilah mereka sebagaimana keduanya telah memeliharaku pada waktu kecil.”
  2. Melaksanakan wasiat-wasiatnya;
  3. Menyambung dan melanjutkan silaturahmi yang dahulu telah dilakukan oleh kedua orang tua;
  4. Menjaga nama baik mereka berdua. 






اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Berempati Itu Mudah Menghormati Itu Indah. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Berempati Itu Mudah Menghormati Itu Indah


Empati merupakan keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dalam istilah lain, empati juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyadari diri sendiri atas perasaan seseorang, lalu kemudian bertindak untuk membantunya. Apakah berempati itu sulit untuk dilakukan ? Berempati Itu mudah, menghormati Itu indah.

Empati merupakan sifat terpuji, Allah Swt. menganjurkan hambanya memiliki sifat ini. Empati sama dengan rasa iba atau rasa belas kasihan kepada orang lain yang terkena musibah. Islam sangat menganjurkan sikap empati, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. an-Nisa/4: 8 yang artinya :
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik”. (Q.S. an-Nisa/4: 8).

Ayat tersebut menjelaskan apabila ada kerabat, anak yatim, atau orang miskin yang ikut menyaksikan pembagian warisan, maka mereka diberi bagian sekadarnya sebagai pengikat tali kasih dan rasa kepedulian terhadap mereka yang perlu ditumbuhkan.

Sikap empati ini akan timbul apabila :
1. Kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,
Berempati Itu Mudah Menghormati Itu Indah2. Kita mampu menempatkan diri sebagai orang lain, dan
3. Kita menjadi orang lain yang merasakan.

Terkait sikap empati ini, Rasulullah saw. bersabda yang artinya :
“Dari Abi Musa r.a. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan". (H.R. Bukhari)

Hadis di atas, secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang mukmin yang lain. Apabila ia sakit, kita pun akan merasa sakit. Apabila ia gembira, kita pun akan merasa gembira.

Allah Swt. menyuruh umat manusia untuk berempati terhadap sesamanya serta peduli dan membantu antar sesama yang membutuhkan. Allah Swt. sangat murka kepada orang-orang yang egois dan sombong.

Perilaku empati terhadap sesama manusia dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara:
1. peka terhadap perasaan orang lain,
2. membayangkan seandainya aku adalah dia,
3. berlatih mengorbankan milik sendiri, dan
4. membahagiakan orang lain.

Selain berempati kepada sesama manusia, kita juga dianjurkan untuk saling menghormati. Menghormati orang lain berarti memahami dan tidak meremahkan segala ucapan atau perbuatannya. Dalam Islam, kita dianjurkan untuk menghormati sesama, terutama terhadap orang yang berusia lebih tua dari kita, terutama terhadap orang tua kita sendiri.  




اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Ingin Meneladani Ketaatan Malaikat-Malaikat Allah Swt.. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Ingin Meneladani Ketaatan Malaikat-Malaikat Allah Swt.

Malaikat juga termasuk makhluk Allah Swt. seperti halnya kita, manusia. Mahasuci Allah yang telah menciptakan makhluk dengan berbagai macam bentuk dan keadaan. Meskipun kita tidak pernah berjumpa dengan malaikat, kita tetap harus percaya akan keberadaannya. Kita tentu ingin meneladani ketaatan malaikat-malaikat Allah Swt. tersebut. Allah Swt. menjelaskan dalam Q.S. al-Anbiya/21:19 yang artinya seperti berikut ini.
Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (Malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.”(Q.S. al-Anbiya/21:19)

Iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang kedua. Malaikat diciptakan dari nur Ilahi (cahaya Allah) sebagai utusan-Nya yang bertugas untuk mengurusi berbagai urusan.  Adapun Sifat-sifat dan perilaku malaikat antara lain:

Ingin Meneladani Ketaatan Malaikat-Malaikat Allah Swt.
Malaikat (ilustrasi)
  1. Selalu patuh kepada Allah, malaikat tidak pernah berbuat maksiat kepada-Nya.
  2. Malaikat dapat berubah wujud sesuai kehendak Allah. Kadangkala Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw. menyamar seperti wujud sahabat yang bernama Dihyah al- Kalbi, terkadang juga seperti sahabat dari Arab Badui.
  3. Malaikat tidak memerlukan makan dan tidak minum.
  4. Malaikat tidak memiliki jenis kelamin.
  5. Malaikat tidak pernah letih atau lelah dan tidak pula berhenti beribadah kepada Allah Swt.
  6. Malaikat senang mencari dan mengelilingi majelis zikir.
  7. Malaikat selalu berdoa bagi hamba yang duduk menunggu salat berjamaah.


Setelah mengetahui sifat-sifatnya, kita akan mengkaji perbedaan malaikat, jin, dan manusia seperti yang tercantum dalam tabel berikut ini:


No.
Malaikat
Jin
Manusia
1.
Diciptakan dari nur atau cahaya
Diciptakan dari api
Diciptakan dari tanah
2.
Makhluk gaib
Makhluk gaib
Makhluk yang terlihat
mata (kasat mata)
3.
Selalu patuh dan taat
kepada perintah Allah swt.
Ada yang patuh dan ada
yang durhaka kepada
Allah swt.
Ada yang patuh tapi ada juga yang durhaka kepada
Allah swt.
4.
Tidak makan dan
tidak minum
Makan dan minum
Makan dan minum
5.
Pikirannya jernih dan
lurus
Pikirannya dapat
berubah-ubah
Pikirannya dapat
berubah-ubah
6.
Tidak mempunyai
nafsu
Mempunyai nafsu
Mempunyai nafsu

Nama-nama dan Tugas Malaikat

Al-Qur’an tidak menyebutkan secara pasti berapa jumlah malaikat. Namun, ada penjelasan melalui hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik bahwa pada saat Baginda Nabi Muhammad saw. isra’ mi’raj dan bertemu dengan Ibrahim a.s. yang sedang bersandar di Baitul Ma’mur, di sana terdapat 70.000 malaikat.

Dari penjelasan riwayat hadis tersebut, menandakan bahwa jumlah malaikat sangat banyak. Pada artikel ini hanya akan dijelaskan malaikat-malaikat yang namanya tercatat di dalam al-Qur’an yang diwahyukan Allah Swt. maupun hadis dari Baginda Rasul Saw. Nama-nama malaikat itu adalah sebagai berikut :

1. Malaikat Jibril
Malaikat Jibril merupakan kepala atau pemimpin dari seluruh malaikat. Dia mempunyai gelar ar-Ruh. al-Qudus. Tugasnya yaitu menerima wahyu dan menyampaikannya kepada para nabi. Salah satu kisah paling terkenal adalah saat Malaikat Jibril menemui Maryam ibunda Nabi Isa. Saat itu, Malaikat Jibril memberitahukan kepadanya bahwa ia akan mendapatkan seorang putra dengan cara yang ajaib. Tugas menyampaikan wahyu berakhir hingga berakhirnya para nabi (khatamul anbiya), yaitu masa Nabi Muhammad saw. Adapun orang yang mengaku mendapat wahyu setelah wafatnya Rasulullah Muhammad saw. dipastikan telah berbohong atau disesatkan oleh setan yang memberinya ilham yang sesat.

2. Malaikat Mikail
Malaikat Mikail bertugas membagikan rezeki kepada seluruh makhluk Allah di alam ini. Ia juga bertanggung jawab untuk menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Termasuk pula yang membagi pendapatan manusia, mencukupi kebutuhan para binatang, dan sebagainya.

3. Malaikat Rakib
Malaikat Rakib merupakan malaikat yang bertugas mengawasi amal kita di dunia ini. Malaikat Rakib menuliskan setiap amal baik kita untuk dihaturkan ke hadapan Allah Swt. Catatan amal baik tersebut disusun dalam sebuah kitab yang disebut 'Illiyyin.

4. Malaikat Atid
Malaikat Atid dalam melaksanakan tugas berpasangan dengan Malaikat Rakib. Jika Malaikat Rakib bertugas mencatat amal baik kita, Malaikat Atid bertugas sebaliknya, Ia bertugas mencatat amal buruk kita. Tidak ada satupun amal buruk kita yang terlewatkan. Amal buruk tersebut dicatat oleh Malaikat Atid dalam sebuah kitab yang disebut Sijjin.

5. Malaikat Izrail
Tugas Malaikat Izrail adalah bertanggung jawab terhadap kelahiran dan kematian seluruh makhluk di alam ini, termasuk manusia. Dengan demikian, malaikat yang bertugas mencabut nyawa kita sesuai waktu yang ditetapkan oleh Allah Swt. adalah Malaikat Izrail. Seperti di- informasikan dari hadis bahwa di bawah komandonya, bekerja seratus ribu kelompok malaikat.

6. Malaikat Munkar
Malaikat Munkar bersama Malaikat Nakir bertugas memberikan pertanyaan kubur.

7. Malaikat Nakir
Malaikat Munkar dan Nakir merupakan dua malaikat yang akan mengajukan pertanyaan kepada kita di alam kubur nanti. Mereka akan menanyakan tentang cara menjalani hidup di dunia, baik kepada orang mukmin maupun kafir. Dalam hadis riwayat Ibnu Hibban dijelaskan bahwa kedua malaikat ini berwarna biru dan hitam. Akan tetapi, ada tiga golongan yang tidak melewati pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir, yaitu para nabi, anak kecil, dan orang yang gugur sebagai syahid.

8. Malaikat Israfil
Tugas Malaikat Israfil adalah meniup sangkakala yang menandai datangnya hari kiamat. Setelah Malaikat Israfil membunyikan sangkakala- nya, segera datang hari kiamat. Setelah itu, seluruh umat manusia akan keluar dari alam kuburnya yang berlanjut sampai pada penetapan siapa yang menjadi ahli surga atau ahli neraka.

9. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan merupakan nama malaikat yang bertugas menjaga surga dan melayani para penghuninya. Nama Ridwan berasal dari bahasa Arab rida yang berarti rela. Hal ini menunjukkan kerelaan dan senyum sambutan Allah terhadap orang-orang saleh yang masuk surga. Pendidikan Agama Islam Kelas VII

10. Malaikat Malik
Malaikat Malik disebut juga Malaikat Zabaniah. Malaikat ini memiliki tugas yang berbeda dari tugas Malaikat Ridwan. Malaikat Malik adalah nama untuk malaikat yang bertugas bertugas menjaga neraka. Nama Malik berarti menguasai. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah atas orang- orang kufur dan beramal jahat. Mereka semuanya dimasukkan ke dalam neraka dan harus tunduk dalam kekuasaan Allah yang mereka kufuri selama hidup mereka di dunia.

Dengan memperhatikan tugas para malaikat, ada beberapa hikmah yang dapat dipetik dari beriman kepada malaikat, antara lain:
  1. Memberi motivasi kita untuk selalu taat dan bertakwa kepada Allah Swt. Seperti halnya ketaatan para malaikat kepada Allah Swt.
  2. Malaikat mengawasi perkataan dan perbuatan kita, terutama malaikat Raqib dan Atid.
  3. Memberi rasa optimis untuk selalu berusaha karena Allah Swt. akan memberi ilmu melalui malaikat Jibril dan memberi rezeki melalui malaikat Mikail
  4. Memotivasi kita untuk selalu beramal saleh karena bekal itulah yang kita bawa kelak ketika meninggal dunia untuk menghadapi pengadilan Allah Swt.

Perilaku kita sebagai seorang Muslim dalam beriman kepada Malaikat Allah Swt. harus diwujudkan seperti contoh perilaku berikut :
1. Iman kepada Malaikat Jibril
Selalu berusaha mencari dan memohon hidayah kepada Allah Swt. Bersyukur dengan cara banyak berbagi ilmu.
2. Iman kepada Malaikat Mikail
Berusaha secara maksimal untuk berusaha mencari rezeki yang baik dan halal.
3. Iman kepada Malaikat Israfil
Selalu memohon kepada Allah Swt. agar diselamatkan-Nya dalam menghadapai musibah dan huru hara dunia, maupun saat terjadinya hari kiamat.
4. Iman kepada Malaikat Izrail
Berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Selalu berdoa kepada Allah Swt. agar terhindar dari siksaan sakaratul maut (ketika ajal menjemput kita).
5. Iman kepada Malaikat Munkar dan Nakir
Selalu memohon kepada Allah Swt. agar kita dilapangkan di alam kubur dan diringankan dari siksa kubur.
6. Iman kepada Malaikat Raqib
Selalu memiliki niat baik, dalam segala perbuatan kita, baik ucapan maupun perbuatan.
7. Iman kepada Malaikat Atid
Menjauhi niat buruk, perkataan yang kotor, perbuatan yang jelek dan menjauhi perilaku tercela.
8. Iman kepada Malaikat Ridwan
Selalu memohon kepada Allah Swt. agar masuk surga dengan aman. Menciptakan kedamaian dan ketentraman di dunia ini.
9. Iman kepada Malaikat Malik
Selalu memohon kepada Allah Swt. agar kita terhindar dari siksaan api neraka.