Pada suatu hari di sebuah desa ada sebuah tas ajaib yang memiliki banyak harta. jadi banyak orang yang mau membukanya tetapi tidak ada yang bisa membukanya. Lalu ada sebuah nenek yang mau membukanya tetapi nenek-nenek itu juga tidak bisa membukanya lalu tas itu berkata kepada nenek itu"nenek bawalah cucumu kemari dan hanya dua saja dan jika kau bisa pilih yang paling baik, jika kau bisa memilihnya akanku bukakakan untukmu dan jangan lupa kalau kesempatanmu hanya sekali."Lalu nenek itu membawa cucu-cucunya. Tapi neneknya bingung yang mana yang paling baik mereka berdua sama-sama sayang orang tua sama-sama suka bantu nenek dan lain-lain. jadi mereka berdikusi"Jadi siapa diantara kalian yang paling baik"lalu kakak menjawab"kami memang sama-sama baik tapi kakak yakin kalau adik lebih baik dari pada kakak."lalu adik menjawab" Betul tu kata kakak aku memang lebih baik daripada kakak."Dan saat adik mau membuka tasnya saat itulah nenek melihat cela karena adik telah sombong jadi nenek menghentikan adik membuka tasnya dan menyuruh kakak untuk menggantikan adik untuk membukanya tasnya dan tas itu terbuka dan nenek itu sangat kaya lalu memberikan hartanya kepada anak cucunya.
Kumpulan Materi Pelajaran dan Artikel Kisah-kisah Teladan dan Ajaran dalam Agama Islam
Friday, July 4, 2014
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Nenek yang Punya Cucu-Cucu yang baik. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.
Nenek yang Punya Cucu-Cucu yang baik
Tuesday, July 1, 2014
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Angsa Bertelur Emas. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.
Kisah Angsa Bertelur Emas
Ini adalah suatu cerita tentang angsa yang bertelur emas. Pada masa lalu, Pak Madur, seorang petani yang hidup di sebuah desa memiliki seekor angsa yang sangatlah cantik, dimana setiap hari ketika Pak Madur mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang indah dan berkilauan.
Pak Madun mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar, lalu dia menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat Pak Madun menjadi kaya raya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran Pak Madun terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebutir telur setiap hari. Pak Madun merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.
Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala Pak Madun, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Kemudian Pak Madun mengambil angsa tersebut dan memotongnya dengan kejam. Akan tetapi, tidak ada sebuah telurpun yang dapat dia temukan, sedangkan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.
Pak Madun sangat menyesal dengan keserakahannya, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur, semua telah terjadi. Setiap hari Pak Madun hanya duduk termenung memikirkan kesalahannya memotong angsa itu. Hartanya sedikit demi sedikit pun habis dan Pak Madun kembali miskin seperti dulu lagi.
Pak Madun mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar, lalu dia menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat Pak Madun menjadi kaya raya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran Pak Madun terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebutir telur setiap hari. Pak Madun merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.
Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala Pak Madun, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Kemudian Pak Madun mengambil angsa tersebut dan memotongnya dengan kejam. Akan tetapi, tidak ada sebuah telurpun yang dapat dia temukan, sedangkan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.
Pak Madun sangat menyesal dengan keserakahannya, tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur, semua telah terjadi. Setiap hari Pak Madun hanya duduk termenung memikirkan kesalahannya memotong angsa itu. Hartanya sedikit demi sedikit pun habis dan Pak Madun kembali miskin seperti dulu lagi.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Si Buruk Rupa. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.
Kisah Si Buruk Rupa
Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang pria tua buruk rupa yang bernama Mike. Wajahnya buruk membuat semua orang takut untuk mendekatinya sehingga dia diasingkn ke sebuah hutan. Sebenarnya wajah buruk yang dimilikinya bukanlah wajah aslinya melainkan dikutuk oleh seorang peri yang bernama Zerre yang hanya bisa musnah apabila ada seorang gadis yang mencintainya dengan setulus hati.
Pada suatu malam terjadilah hujan angin yang menyababkan seoranglaki -laki tua tidak bisa kembali pulang ke rumahnya, lalu ditengah hutan belantara dia melihat kastil si buruk rupa, dia mendekati kastil itu dan masuk Setelah dia masuk dia terkejut melihat makanan sudah terhidang di meja makan,tempat tidur sudah tertata rapi dan air hangat untuk mandi sudah tersedia. Tanpa rasa ragu dia menggunakan semua peralatan yang tersedia di dalam kastil itu, keesokan harinya dia terbangun dan kembali pulang ke rumahnya tetapi sebelum dia pulang, dia memetik setangkai mawar yang akan dia berikan kepada putrinya. Tanpa dia sangka si buruk rupa marah besar padanya dan mengatakan bapak tua itu akan di bunuh apabila dia tidak membawa seorang putri untuknya sebagai penggantinya.
Dengan perasaan yang tidak enak bapak tua itu memasuki rumahnya, ketiga putri bapak tua itu menyambutnya dengan riang gembira akan tetapi melihat raut wajah bapaknya anak-anaknya merasa sedih. Putrinya yang paling bungsu bertanya "apakah yang terjadi pada enakau bapak?", dengan perasaan terpaksa si bapak menceritakan kejadian yang dia alami kepada ketiga anaknya. Si bapak bertanya kepada ketiga putrinya" nak, menurut kalian bagaimana solusi dari masalah ini!"
Putri sulungnya berkata" bagaimana kalau si bungsu saja yang menggantikan bapak sebab menurut kami berdua dialah orang yang paling tepat. Dengan perasaan pasrah si bungsu menyetujuinya. Keesokan harinya si bungsu menuju kastil si buruk rupa. Sesampainya disana si bungsu di sambut dengan ramah oleh si buruk rupa, si bungsu merasa sangat ketakutan melihat wajah si buruk rupa.
Hari demi hari telah dia lalui bersama si buruk rupa hingga rasa takut yang dulu dia rasakan berubah menjadi rasa sayang. Pada suatu malam yang sunyi si bungsu memperoleh mimpi buruk, dalam mimpinya dia bertemu dengan seorang peri yang memberitahukan bahwa kesehatan bapaknya terganggu, tanpa ragu si bungsu menceritakan mimpinya itu pada si buruk rupa dan si bungsu ingin menjenguk bapaknya. Setalah lama berfikir akhirnya si buruk rupa mengizinkan si bungsu pulang untuk menjenguk bapaknya yang sakit dengan syarat si bungsu hanya boleh menemui bapaknya tidak lebih dari satu minggu apabila dilanggar maka si buruk rupa akan mati. Si buruk rupa maemberikan sebuah cincin kepada si bungsu dan si buruk rupa berkata " sekarang kau tidurlah dan besok pagi kau akan terbangun dirumahmu".
Keesokan harinya kedua kakak si bungsu terkejut melihat si bungsu sedang memasak bubur untuk bapaknya. Karena si bungsu diperlakukan dengan istimewa oleh si buruk rupa, mereka berencana tak akan membiarkan si bungsu kembali ke kastilnya si buruk rupa. Beberapa hari lalu kesehatan bapaknya kembali putih dan sudah saatnya si bungsu kembali ke kastilnya si buruk rupa. Namun pada saat si bungsu ingin kembali kedua kakaknya mencegah dengan alasan tunggu sampai kesehatan bapak benar-benar putih dan si bungsu menyetujuinya. Satu minggu telah lewat si bungsu belum juga kembali ke kastilnya si buruk rupa, dan pada malam harinya si bungsu memperoleh mimpi si buruk rupa terbujur kaku dengan wajah yang membiru.
Tanpa berpamitan kepada bapak dan kedua kakaknya dia langsung meninggalkan rumah dan kembali ke kastil. Setelah si bungsu sampai si bungsu melihat si buruk rupa terbujur kaku.Dengan cepat si bungsu mendekati si buruk rupa dengan meneteskan air matanya. Dengan tetesan air mata si bungsu tiba-tiba si buruk rupa berubah menjadi pria yang sangat tampan yang ternyata seorang pangeran. Dengan perasaan yang bahagia mereka berdua menikah dan hidup bahagia selamanya dan kedua kakaknya mengakui semua kesalahan mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)
